Minggu, 09 Juli 2017

PENDIDIKAN MATEMATIKA II

Mata kuliah ini bertujuan memberikan wawasan kepada mahasiswa dan guru agar terampil dalam melaksanakan pembelajaran bangun datar, keliling dan luas, bangun ruang, volume dan luas bangun ruang, simetri, pengukuran, matematika sosial, serta pengolahan data. Kemampuan tersebut sangat penting dalam mengajarkan matematika kepada siswa SD sesuai dengan kurikulum SD.

Dengan mempelajari mata kuliah ini diharapkan mahasiswa terampil melakukan pembelajaran:
  1. bangun datar sesuai dengan kurikulum SD.
  2. keliling dan luas segi banyak, lingkaran dan tangram dengan sifat-sifatnya, sesuai dengan kurikulum SD.
  3. bidang banyak dan bangun ruang sesuai dengan kurikulum SD.
  4. volume dan luas bangun ruang sesuai dengan kurikulum SD.
  5. simetri sesuai dengan kurikulum SD.
  6. pengukuran panjang dan sudut sesuai dengan kurikulum SD.
  7. berat dan kecepatan sesuai dengan kurikulum SD.
  8. bank dan benda-benda pos sesuai dengan kurikulum SD.
  9. statistika sesuai dengan kurikulum SD.

Lebih lanjutnya, ambil di sini.

Parabola

Pada kesempatan kali ini, kita akan mempelajari materi tentang parabola. Parabola adalah salah satu bagian dari teori irisan kerucut. Parabola adalah istilah lain dari kurva lengkung fungsi kuadrat. Bentuk parabola pada umumnya terdiri dari dua jenis, parabola horizontal dan parabola vertikal.

Pada bagian ini, kita bagi materi parabola menjadi dua bagian, Parabola I dan Parabola II.

PARABOLA I

Hal-hal yang akan dibahas:

  1. Titik Puncak Kurva
  2. Titik Potong Kurva terhadap sumbu (sumbu-x dan sumbu-y)
  3. Sumbu Simetri Kurva
  4. Persamaan Garis Singgung Kurva
Persamaan Umum:

$f(x)=y = ax^2 + bx + c$   atau   $f(y)=x=py^2 + qy + r$

Lebih lanjutnya, ambil di sini.

==============================

PARABOLA II

Hal-hal yang akan dibahas:
  1. Titik Puncak Kurva
  2. Titik Potong Kurva terhadap sumbu (sumbu-x dan sumbu-y)
  3. Titik Fokus
  4. Persamaan Garis Direktris
  5. Persamaan Garis Singgung Kurva
Persamaan Umum:

$y - y_p = 4 p ( x - x_p )$   atau   $x-x_p=4p(y-y_p)$

dengan:
$x_p$ adalah absis titik puncak
$y_p$ adalah ordinat titik puncak
$p$ adalah bilangan yang menunjukkan jarak titik fokus terhadap titik puncak

Lebih lanjutnya, ambil di sini.

Jumat, 07 Juli 2017

Bentuk Pangkat, Bentuk Akar, dan Logaritma

BENTUK PANGKAT (EKSPONENSIAL)

Waktu SD, kita diajari perkalian yang sederhana semacam.
$2 \times 1=2\\ 2 \times 2 = 4\\ 2 \times 2 \times 2 = 8\\ 2 \times 2 \times 2 \times 2 =16\\ 2 \times 2 \times 2 \times 2 \times 2 = 32$
Berdasarkan uraian di atas, sekarang kita bisa menuliskannya menjadi bentuk pangkat
$2^{1}=2$
$2^{2}=4$
$2^{3}=8$
$2^{4}=16$
$2^{5}=32$.
Lalu, kita juga bisa membuat perhitungannya menjadi seperti ini

$2^{2}=2^{4-2}=\dfrac{2^{4}}{2^{2}}=\dfrac{16}{4}=4$

Lebih lanjutnya, ambil di sini.

=====================================

BENTUK AKAR

Berdasarkan aturan yang ada di atas, kita bisa mengatakan bahwa

$4 = 2^{2}=2^{\frac{4}{2}}=\sqrt {2^{4}}=\sqrt{16}$
$2 = 2^{1}=2^{\frac{3}{3}}=\root 3 \of {2^{3}}=\root 3 \of 8$

Dan pernyataan ini benar. Lebih lanjutnya, ambil di sini.

=====================================

LOGARITMA

Konsep logaritma adalah kebalikan dari bentuk pangkat. Dari penjelasan di atas, kita tahu bahwa $2^{3}=8$. Percakapan kita saat melontarkan pertanyaan kepada anak didik mungkin seperti ini.
  • A: "Dua pangkat tiga sama dengan berapa?"
  • X: "Delapan."
Nah ketika membicarakan tentang logaritma, maka percakapannya mungkin akan seperti ini.
  • A: " Dua log delapan sama dengan berapa?"
  • X: "Tiga"
Loagitma dinotasikan dengan "log". Jika terdapat suatu pernyataan logaritma $^{2}\log \ 8 = 3$ maka bilangan 2 dikatakan sebagai bilangan pokok.

Lebih lanjutnya, ambil di sini.